Showing posts with label Hukum Islam. Show all posts
Showing posts with label Hukum Islam. Show all posts

Friday, March 18, 2016

BUAT PARA ISTRI, Lakukan 7 Hal Ini Agar Suami Terhindar Dari Godaan Wanita Lain Di Media Sosial


Apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang istri agar suami kita tidak tergoda aktivitas iseng namun membahayakan di sosial media itu? Apalagi bagi beberapa suami, akun sosial media atau telepon genggam adalah barang pribadi, sehingga mereka tidak suka berbagi password akunnya. Sehingga kita tidak mungkin mengawasi pesan-pesan di akun sosial medianya. Namun kita juga tidak mau kecolongan seperti Arini atau Eliana. Beberapa tips berikut ini mungkin bisa berguna.

Istri, Lakukan 7 Hal Ini Agar Suami Terhindar Dari Godaan Wanita Lain Di Media Sosial

1.Buat kesepakatan dengan suami mengenai aktivitas chatting dengan lawan jenis

Katakan kepada suami kalau kita tidak melarang mereka ngobrol atau berdiskusi dengan teman perempuannya. Tapi, ketika si teman perempuan mulai curhat masalah pribadinya sebaiknya segera dihentikan. Sarankan untuk curhat pada teman perempuannya saja. Karena berawal dari curhat, akan datang rasa iba, lalu suami kita merasa tertantang untuk menjadi hero bagi perempuan itu.

2.Berteman dengan suami di sosial media

Ada beberapa istri yang merasa tidak perlu berteman dengan suaminya di sosial media, toh setiap hari juga ketemu di rumah, kalau mau berinteraksi ya tinggal langsung. Biasanya begitu alasannya. Padahal dengan berteman di sosial media, kita akan tahu aktivitas suami; siapa saja temannya yang paling seri dikasih jempol atau komennya, bagaimana tingkat keakraban dia bersama temannya.

3.Chatting dengan suami di sosial media

Apalagi kalau suami sedang dinas di luar kota. Seringlah ajak suami chatting, baik untuk
menanyakan keadaannya atau sekedar mengabarkan keadaan anak-anak dan situasi di rumah. Kirimkan foto-foto atau video anak yang lucu-lucu sehingga suami kita merasa terhibur dan merasa dekat dengan keluarganya. Jangan biarkan suami mengisi waktu luangnya ketika dinas di luar kota dengan chatting bersama wanita lain. Bahkan ketika suami sedang di kantor, sapalah dia di saat-saat jam istirahatnya. Beri suami perasaan rindu ingin cepat pulang.

4. Kirimkan pesan-pesan ‘nakal’ pada suami

Sesekali kirimi suami dengan pesan-pesan yang nakal nan menggoda sehingga suami merasa ingin cepat-cepat pulang ke rumah bertemu kita. Selain untuk menyegarkan dan menghangatkan hubungan, juga untuk mencegah suami pergi hang out sepulang kerja.

5.Tutup peluang selingkuh

Bila kita mendapati suami berkirim pesan mesra dengan wanita lain di sosial medianya, segera katakan pada suami kalau kita tidak suka. Bila si wanita masih terus menggoda, minta dengan tegas pada suami untuk memutuskan pertemanannya dengan perempuan tersebut.

6. Jangan melakukan hal yang sama

Bila kita tidak suka suami berinteraksi mesra dengan perempuan lain di sosial media, maka kita juga jangan coba-coba melakukan hal yang sama. Iseng chatting dengan teman pria lain atau memberikan komentar yang iseng namun menggoda di status teman pria kita. Apalagi bila ada teman pria yang terang-terangan menggoda, segera putuskan pertemanan kalau perlu di-block.

7.Doa

Pada akhirnya doa adalah senjata terbaik kita. Memintalah pada Allah agar suami kita terhindar dari godaan wanita lain. Karena sesungguhnya Allah yang menggenggam hati suami kita, mintalah pada-Nya agar menjadikan suami kita suami yang setia, baik dan soleh, yang bisa menjadi imam bagi kita dan anak-anak.  


CAR,FOREX,HOME DESIGN,SEO,HOSTING

Thursday, March 17, 2016

KISAH NYATA.... MENGEJUTKAN DAN KECEWA, SUDAH JAUH-JAUH DATANG UNTUK MELAMAR, PEREMPUAN ITU TERNYATA SEORANG....


Kejadian ini terjadi di negeri Sembilan, Malaysia. Dimana seorang lelaki harus mengalami kekecewan berat setelah lamaran untuk meminang seorang perempuan harus kandas. Lelaki tersebut mengaku dipermainkan oleh perempuan yang hendak dilamar, karena alamat yang diberikan beserta jati dirinya semuanya palsu.


Kisah itu bermula dari perkenalan lelaki itu dengan perempuan yang mengaku dari Negeri Melaka. Mereka berkenalan, menjalin hubungan. Singkat cerita sang wanita itu bersedia dipinang.

Tentu kabar ini membuat kerabat sang lelaki bahagia. Sebab, akan ada anggota baru di dalam keluarga mereka. Segala persiapan meminang dilakukan. Termasuk membeli cincin pertunangan.

Berangkatlan lelaki itu bersama rombongan keluarga. Dari Negeri Sembilan menuju Melaka. Jarak 497 kilometer mereka tempuh.

Namun kabar mengejutkan diterima rombongan itu, saat masih di tengah perjalanan. Wanita yang hendak dipinang itu meminta sang lelaki membatalkan pinangan itu. Disuruh balik kanan.

"Dia tolak mentah-mentah rombongan dari kami," demikian tulis saudara lelaki malang itu pada Facebook. Tapi, rombongan keluarga lelaki itu tetap meneruskan perjalanan. Menuju alamat yang diberikan sang perempuan. Tapi saat tiba di Kelantan, mereka semakin kecewa.


"Alamat yang dia bagi pun rupanya alamat palsu."

Keluarga pria itu berusaha menghubungi sang perempuan. Namun tak kunjung diangkat. Selain itu juga menelepon ibu sang perempuan.

Namun nomor sang ibu itu ternyata juga salah. Tak bisa dihubungi. "Hebat betul permainan perempuan yang berumur 20 tahun ini. Sangat licik."

Lelaki itu dan keluarganya hanya bisa menerima kenyataan pahit ini. Namun mereka bertanya, mengapa ada orang yang tega berlaku seperti itu.

Kisah ini sengaja diunggah ke media sosial agar tak ada lagi kisah seperti ini. "So mohon pada semua.."

"Pikir masak-masak kalau ada rasa akan menjadikan perempuan ini sebagai istri," tulis saudara sang lelaki, memperingatkan agar tak ada lagi yang tertipu.



CAR,HOME DESIGN,FOREX,HOSTING,HEALTH,SO

Tuesday, March 15, 2016

Takutlah dengan Ancaman ini Para Koruptor, Rasulullah Pun Tak Mau Menyalatkan Jenazahnya


Sebetulnya, istilah korupsi dalam hukum Islam tidak dijumpai sebelumnya. Tapi istilah korupsi dalam hukum Islam setidaknya dapat dihubungkan dengan beberapa istilah yang terdapat dalam khasanah keilmuan fiqh atau hukum Islam.


Dikutip dari islamcendikia.com, istilah korupsi indentik dengan kata "ghulul".

Ghulul menurut fiqh diartikan sebagai pengkhianatan terhadap bait al-mal (kas perbendaharaan negara), zakat, atau ghanimah (harta rampasan perang). Ghulul juga berarti perbuatan curang dan penipuan yang secara langsung merugikan keuangan negara (masyarakat).

Dari sisi pengkhianatan terhadap harta negara, korupsi dapat diidentifikasi sebagai ghulul, karena sama-sama melibatkan kekuasaan dan melibatkan harta publik. Istilah ghulul sendiri diambil dari Al-quran surat Ali-Imran ayat 161:

"Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, Maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. Kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya"

Rasulullah sendiri telah menggariskan sebuah ketetapan bahwa setiap kembali dari ghazwah/sariyah (peperangan), semua harta ghanimah (rampasan) baik yang kecil maupun yang besar jumlahnya harus dilaporkan dan dikumpulkan di hadapan pimpinan perang.

Kemudian Rasulullah membagikannya sesuai ketentuan bahwa 1/5 dari harta rampasan itu untuk Allah SWT, Rasul, kerabat rasul, anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil, sedangkan sisanya atau 4/5 lagi diberikan kepada mereka yang berperang.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah memanfaatkan posisisnya sebagai pemimpin dan panglima perang untuk mengambil harta ghanimah di luar dari ketentuan ayat tersebut.

Dalam perspektif lain, ghulul juga dimaknai sebagai penyalahgunaan jabatan terhadap amanat hukumnya haram dan termaasuk perbuatan tercela. Diantara bentuk perbuatan ghulul misalnya menerima hadiah, komisi, atau apa pun namanya yang tidak halal dan tidak semestinya diterima. Dalam hal ini terdapat hadist Rasulullah SAW riwayat Abu Daud ra:

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda Barangsiapa yang kami angkat menjadi karyawan untuk mengerjakan sesuatu, dan kami beri upah menurut semestinya, maka apa yang ia ambil lebih dari upah yang semestinya, maka itu namanya ghulul".(HR. Abu Daud) "

Menurut hadis di atas, semua komisi atau hadiah yang diterima seorang petugas atau pejabat dalam rangka menjalankan tugasnya bukanlah menjadi haknya.

Ketika seorang staf pembelian sebuah kantor pemerintahan melakukan pembelian barang inventaris bagi kantornya dan kemudian dia mendapat potongan harga dari si penjual, maka jumlah kelebihan anggaran akibat potongan harga tersebut bukanlah menjadi miliknya, tetapi menjadi milik lembaga yang mengutusnya.

Demikian juga manakala seorang pejabat menerima hadiah dari calon peserta tender supaya calon peserta tender yang memberi hadiah tersebut dimenangkan dalam sebuah proyek yang ditenderkan tersebut, juga salah satu bentuk ghulul.

Termasuk juga ghulul dalam pencurian dana (harta kekayaan) sebelum dibagikan, termasuk di dalamnya adalah dana jaring pengaman sosial.

Bentuk lain dari penyalahgunaan jabatan (ghulul) adalah perbuatan kolutif misalnya mengangkat orang-orang dari keluarga, teman atau sanak kerabatnya yang tidak memiliki kemampuan untuk menduduki jabatan tertentu, padahal ada orang lain yang lebih mampu dan pantas menduduki jabatan tersebut.

Nabi Muhammad Tidak Bersedia Mensalatkan Jenazah Koruptor

Lalu bagaimana dengan sikap Nabi Muhammad SAW terhadap orang-orang yang memiliki sifat koruptor?

Beberapa hadis seperti dilansir dinarfirst.org, meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW ternyata tidak bersedia mensalatkan jenazah para koruptor.

Seperti hadist yang diriwayatkan Abu Dawud tentang Nabi tidak mau menyalati jenazah pelaku ghulul dan batas harta yang bisa digolongkan sebagai ghulul.

"Musadad telah menceritakan hadis kepada kami bahwa Yahya ibn Sa'id dan Bisr ibn al-Mufadhdhal menceritakan hadis dari Yahya ibn Sa'id, dari Muhammad ibn Yahya ibn Hbban, dari Abi ‘Amrah, dari Zaid ibn Khalid al-Juhani (diriwayatkan) bahwa salah seorang sahabat Nabi meninggal dunia pada waktu peperangan Khaibar. Sahabat memberitahukan hal itu kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, kemudian beliau bersabda: "Shalatkanlah kawanmu itu." Berubahlah wajah orang-orang itu karena (mendengar) sabda tersebut. Kemudian Rasulullah saw. menegaskan, temanmu itu telah melakukan ghulul di jalan Allah". Kamipun segera memeriksa barang-barangnya, lalu kami menemukan perhiasan milik orang Yahudi yang harganya tidak mencapai dua dirham." ( Abu Dawud, Sunan Abu Dawud, Juz XII, hlm. 284-285, no. Hadis 2335.)

Hadist di atas dikuatkan oleh Imam Nasa'i berikut: Ubdaidillah ibn Said mengkhabarkan hadist kepada kami. Ia berkata Yahya ibn Said telah menceritakan hadis dari Yahya ibn Said al-Anshary, dari Muhammad ibn Yahya ibn Habban dari Abu 'Amrah dari Zaid ibn Khalid. Ia berkata bahwa ada seseorang mati di medan perang Khaibar. Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: "Shalatkanlah untuk sahabatmu itu (sedang aku sendiri tidak ikut shalat), karena ia telah korupsi harta rampasan perang di jalan Allah." Kamipun segera memeriksa perbelakalan perang tersebut dan kami mendapatkan di dalam perbekalannya kharaz (perhiasan) milik orang Yahudi yang nilainya tidak sampai dua dirham. (Sunan al-Nasa'i, Kitab al-Jana’iz, no. hadis 1933)

Pernyataan di atas masih dikuatkan lagi oleh hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal sebagai berikut:

Dari Zaid ibn Khalid al-Juhannni, ia berkata bahwa salah seorang dari kaum muslimin meninggal di perang Khaibar. Hal ini disampaikan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, kemudian beliau bersabda: "Shalatkanlah jenazah teman kalian!" berubahlah wajah orang-orang di sana mendengar pernyataan Nabi. Rasulullah saw. Menegaskan "Sungguh temanmu itu telah korupsi di jalan Allah". Kemudian kami menyeldiki barang-barang orang yang mati tersebut, kami temukan sebuah perhiasan dari bangsa Yahudi yang nilainya tidak mencapai dua dirham." (Ahmad Ibn Hanbal, Musnad Ahmad, no. hadis 16417)

Hadits-hadits di atas sangatlah kuat menjadi dalil tentang kerasnya larangan ghulul. Hadits ini juga menunjukkan bahwa korupsi terjadi dalam konteks harta atau kekayaan publik yang pada masa dahulu dicontohkan dengan harta rampasan perang.

Jumlah barang atau kekayaan yang dikorup pun dijelaskan, walaupun hanya ditemukan relatif kecil, tidak sampai dua dirham.

Sekecil itupun Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tidak bersedia menyalatkan jenazahnya, apalagi yang lebih besar daripada itu. Dengan tidak bersedia mensalatkan, berarti Rasulullah SAW sangat marah dan tidak mau mendoakan untuk pengampunan dan keselamatannya.

Wallahu a'lam....



CAR,HOME DESIGN,FOREX,HOSTING,HEALTH,SEO

Monday, March 14, 2016

LUAR BIASA !! TERNYATA WUDHU SEBELUM TIDUR MEMILIKI MANFAAT YANG LUAR BIASA....BERIKUT PENJELASANNYA....JANGAN LUPA BANTU SHARE YA...


Pada saat tidur, kita akan kehilangan kesadaran penuh. Bagaimana jika pada saat itu kita tidak mampu membuka mata dan bangun dari tidur? Sementara ketika hendak tidur, kita lupa atau mengabaikan sunnah yang dianjurkan, seperti : berwudhu, berdoa, tidur dalam posisi miring ke kanan, membaca ayat Al Quran, dan lain sebagainya.
Menyesal sudah pasti, karena semua yang sudah terjadi takkan mungkin bisa diputar ulang. Ingat kawan! Kematian datang tanpa bisa kita prediksi, tak peduli lagi senang, sedih, sehat ataupun sakit, bahkan sedang tidur sekalipun bisa jadi Malaikat bersiap mencabut nyawa kita. Untuk itu, bentengi diri dengan amalan-amalan yang dianjurkan agar kelak jika sewaktu-waktu kematian datang, kita tidak dihantui penyesalan yang berkepanjangan.
Salah satu sunnah yang dianjurkan pada saat tidur adalah berwudhu. Hal itu sebagaimana terdapat dalam hadits berikut:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.
Kemudian berbaringlah miring ke kanan, dan bacalah doa berikut :
Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh haram kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.
Jika kamu mati di malam itu, kamu mati dalam keadaan fitrah. Jadikanlah doa itu, sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur.” (HR. Bukhari 247 dan Muslim)
Berwudhu merupakan ibadah ringan yang bernilai besar apabila kita mampu menjaganya. Selain itu, wudhu juga memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan jasmani dan rohani kita. Lalu, bagaimana jika kita senantiasa menjaga wudhu sebelum tidur? Beberapa pakar kesehatan mengemukakan pentingnya mencuci kaki, tangan, muka, dan mulut sebelum tidur. Nah, agar lebih jelasnya, simak keutamaan dan manfaat berwudhu sebelum tidur berikut ini :
  • Menenangkan otot dan syaraf sebelum kita pergi beristirahat
    Percikan air wudhu mampu mengendurkan otot yang kaku setelah seharian beraktivitas dan syaraf akan menjadi lebih rileks, tenang, dan terbebas dari stres
  • Membuat kulit wajah terlihat cerahWudhu dapat menghilangkan kotoran pada kulit sehingga apabila kita menjaganya, maka dipastikan kulit wajah akan terlihat cerah dan bersinar. (Wudhu, Kebiasaan Rasulullah)
  • Di Doakan MalaikatBerwudhu akan membuat Anda berada dalam kondisi suci dan mendatangkan keuntungan yang besar, yakni senantiasa didoakan Malaikat.
Dari Abdullah bin Umar radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.’” (HR. Ibn Hibban).
Doa Malaikat sangat mustajab dan pasti dikabulkan oleh Allah, karena itu jangan lewatkan kesempatan ini.
Yuk, selalu menjaga wudhu sebelum berangkat tidur! Semoga artikel diatas bermanfaat baggi kita semua.

CAR,FOREX,HOME DESIGN,SEO,DOMAIN,HOSTING

Sunday, March 13, 2016

WAJIB DIBACA..Untuk Wanita,Istri, dan Anak-anak perempuan anda. Inilah Dosa Dibalik Jilbab “Gaul”


Saat ini hijab merupakan salah satu trend fashion buat para wanita.
Kesadaran memakai hijab saat ini telah meningkat seiring dengan adanya gaya hijab bervariasi dan lebih populer dengan nama hijab gaul. Ternyata trend hijab yang selama ini berkembang dimasyarakat tidak sesuai dengan syariat agama. Benarkah demikian? 
Untuk Wanita,Istri dan Anak-anak anda, Inilah Dosa Dibalik Jilbab “Gaul”
Banyak dilihat dimasyarakat saat ini para wanita telah memakai hijab dengan variasi gaya dan model. Sebagai umat muslim kita senang melihat hal itu karena semakin banyak wanita muslimah yang telah memakai hijab, tetapi sayangnya hijab yang saat ini menjadi trend dikalangan para wanita tidak sesuai dengan syariat agama. Apa saja dosa hijab "gaul"?

Hijab merupakan alat untuk menutup aurat seorang wanita muslimah karena aurat seorang wanita adalah dari ujung kepala hingga kaki kecuali kedua telapak tangan dan wajah. Seorang muslimah yang memakai hijab akan terlihat lebih anggun dari biasanya dan bahkan aura kecantikannya pun juga semakin bersinar.

Sebagai seorang muslimah kita diwajibkan untuk menutup aurat dengan menggunakan hijab tetapi saat ini penggunaan hijab telah banyak disalahgunakan yaitu dengan adanya berbagai model dan gaya yang terkadang malah tidak menutup aurat. Jadi sebagai seorang muslimah sebaiknya kita harus selektif dalam memilih hijab yang sesuai dengan syariat agama.

Dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 telah dijelaskan bahwa Allah menyerukan kepada Nabi Muhammad agar mengatakan kepada istri, anak perempuan, dan juga semua wanita mukmin agar menjulurkan jilbabnya hingga keseluruh tubuh agar mereka terhindar dari gangguan. Dari ayat ini dapat ditaruk kesimpulan bahwa setiap wanita mukmin diwajibkan untuk menutup seluruh auratnya dengan jilbab yang menutupi
Jilbab yang dianjurkan dalam syariat Islam adalah kain yang menutup seluruh aurat wanita atau hijab yang menjulur hingga manutup dada. Saat ini banyak trend hijab yang tidak sesuai dengan syariat Islam ini, hijab-hijab gaul yang beredar dimasyarakat merupakan hijab yang membungkus aurat saja bukan menutupinya sehingga lekukan tubuh wanita masih terlihat dengan jelas, bahkan ada salah satu model hijab gaul yang malah terlihat aneh dengan berbagai atribut nyleneh. Hijab bukanlah ajang untuk pamer gaya dan mode tetapi pada dasarnya hijab merupakan alat menutup aurat wanita mukmin agar terhindar dari gangguan.

Jilbab yang seharusnya dipakai oleh para wanita muslimah adalah jilbab besar yang menutupi seluruh aurat atau yang menjulur hingga menutupi dada mereka. Hijab besar ini telah banyak memiliki variasi gaya dan warna tetapi tidak meninggalkan syariat agama. Seorang wanita dapat tampil lebih cantik dan anggun dengan jilbab besar ini, bahkan mereka terlihat semakin elegan dan berkelas. Pemilihan bahan yang digunakan dalam jilbab besar ini juga harus diperhatikan karena meskipun ukurannya besar dan menutupi dada tetapi masih transpran maka jilbab ini juga tidak sesuai dengan syariat agama. Inilah dosa memakai jilbab gaul bagi wanita muslim.
Selain hijab, seorang wanita muslimah harus memperhatikan pakaian yang dipakainya. Pakaian transparan atau ketat dapat mendatangkan fitnah bagi seorang wanita dan setiap laki-laki yang melihatnya akan berpikiran kotor. Hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya perbuatan buruk yang dapat dilakukan seorang laki-laki terhadap wanita. Bukan salah laki-laki jika itu terjadi karena pemicu utamanya adalah wanita itu sendiri. Inilah dosa jilbab gaul bagi wanita muslim.

Dalam Hadist Nabi pun juga telah dijelaskan bahwa ada dua golongan wanita ahli neraka yaitu mereka yang berpakaian tetapi sejatinya telanjang dan kepalanya seperti punuk unta. Maksud hadist itu adalah seorang wanita berhijab yang berpakaian ketat dan transparan sehingga seluruh lekukan tubuhnya terlihat seperti telanjang dan seorang wanita yang memakai hijab dengan model cepolan diatas kepala seperti punuk unta.

Itulah beberapa informasi seputar trend hijab yang populer dimasyarakat dan ternyata malah tidak sesuai dengan syariat Islam, buat para wanita, dosa dibalik jilbab “Gaul”.




CAR,FOREX,HOME DESIGN.SEO,DOMAIN,HOSTING

Saturday, March 12, 2016

Cara Menjadi Istri Sholehah, Meski Suami Tidak Sholeh


Portalsaudaramuslim - “Buat apa saya menjadi istri shalihah kalau suami saja tidak shalih?!”
Sahabat, ada yang berpikiran seperti itu? Mudah-mudahan tidak. Jangan sampai ketidakshalihan suami, menular pada kita! Karena sesungguhnya, kita tetap berhak atas surga Allah meskipun melayani suami yang tidak shalih. Asal kita ikhlas menjalaninya, tetap berupaya mengingatkan suami, dan diniatkan dalam rangka mendapat keridhoan Allah tentunya.
majalahumi.viva.net

Sesungguhnya, di antara 4 wanita terbaik sepanjang zaman, salah satunya adalah seorang wanita shalihah yang suaminya tidak shalih dan bahkan kafir:
Rasulullah SAW bersabda : “Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia; mereka itu ialah Asiah binti Muzahim isteri Firaun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad.” (Riwayat Bukhari).
Jelas bahwa memiliki suami yang tidak shalih, tidak dapat dijadikan alasan untuk kita enggan belajar menjadi istri shalihah.
Dalam Firman Allah pada Surah At-Tahriim ayat 11:
''Dan Allah membuat perumpamaan dengan isteri Fir'aun bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam surga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.''

Sebuah kisah lainnya, dapat menyadarkan kita bahwa menjadi seorang istri shalihah, tidak memerlukan suami dengan kriteria a, b, c, d menjadi shalihah sebenarnya bisa dilakukan siapa pun asalkan mau bermujahadah:
Ketika menelusuri sebuah jalan di kota Bashrah, Al Atabi melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bersendau gurau dengan seorang lelaki tua buruk rupa. Setiap kali wanita itu berbisik, laki-laki tersebut pun tertawa.

Al Atabi yang penasaran kemudian memberanikan diri bertanya kepada wanita itu. “Siapa laki-laki tersebut?”
“Dia suamiku” jawab wanita itu

“Kamu ini cantik dan menawan, bagaimana kamu dapat bersabar dengan suami yang jelek seperti itu? Sungguh, ini adalah sesuatu yang mengherankan” Al Atabi meneruskan pertanyannya.
“Barangkali karena mendapatkan wanita sepertiku, maka ia bersyukur. Dan aku mendapatkan suami seperti dirinya, maka aku bersabar. Bukankah orang yang sabar dan syukur adalah termasuk penghuni surga? Tidak pantaskah aku bersyukur kepada Allah atas karunia ini?”

Al Atabi kemudian meninggalkan wanita itu disertai kekaguman. Ulama Al Azhar, 
Dr Mustafa Murad, juga kagum dengan wanita itu sehingga memasukkan kisah ini dalam bukunya Qashashush Shaalihiin. Kedua ulama tersebut tidaklah kagum kepada wanita itu karena kecantikannya. Mereka kagum karena agamanya.


Subhanallah, maka tips berikut ini mudah-mudahan bermanfaat agar kita dapat  menjadi istri shalihah:

1. Meyakini bahwa suami yang tidak shalih adalah ujian yang justru dapat mendekatkan diri kita pada Allah
Siapa yang tidak ingin mendapat suami shalih? Akan tetapi, berapa banyak jumlah laki-laki shalih di dunia ini?
Jika kebetulan suami kita bukanlah seorang yang shalih, jangan berkecil hati! Pandanglah hal tersebut menjadi ujian layaknya Asiah, istri Firaun, yang kemudian dibangunkan sebuah rumah di surga oleh Allah.
2. Tetap menjalankan ibadah wajib, perkuat dengan ibadah sunah
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).
3. Patuhi suami, kecuali untuk hal-hal yang Allah larang
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah (agar istrinya melakukan sesuatu), maka ia melakukannya dengan baik, bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri & hartanya.” (HR. Ibnu Majah)
4. Hilangkan rasa iri pada rumah tangga lainnya
”Jauhilah olehmu sifat dengki/iri hati, karena sesungguhnya dengki itu bisa menghabiskan amal-amal kebaikan, sbagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud)
Sahabat, sudah siap untuk menjadi istri shalihah?
(majalah-ummi)

CAR,FOREX,HOME DESIGN,SEO,HOSTING