Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Saturday, April 22, 2017

Kasih ibu tiada duanya, kisah ini akan membuat kita lebih menghargai ibu



Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.

Direktur mengetahui bahwa dari CV-nya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya” apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?” Kemudian si pemuda menjawab tidak.

“Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?”

“Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya”

“Dimana ibumu bekerja?”

“Ibuku bekerja sebagai tukang cuci.”

Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.

“Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?”

“Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku.”

Si direktur mengatakan “aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari.”

Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.

Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.

Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.

Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakaian tersisa untuk ibunya. Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Kasih Ibu Tiada Duanya, Kisah Ini Buat Kalian Bisa Lebih Menghargai Seorang IbuSeorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.

Direktur mengetahui bahwa dari CV-nya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya” apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?” Kemudian si pemuda menjawab tidak.

“Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?”

“Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya”

“Dimana ibumu bekerja?”

“Ibuku bekerja sebagai tukang cuci.”

Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.

“Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?”

“Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku.”

Si direktur mengatakan “aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari.”

Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.

Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.

Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya bisa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.

Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakaian tersisa untuk ibunya. Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.

Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.

Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda. Kemudian dia bertanya, ” dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu?”

Si pemuda menjawab,” saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya. Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi.”

Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya. Saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya bantuan dari keluarga”

Si direktur menjawab,”inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorang yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya”

“Kamu diterima”

Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan ” mental ke’aku’an” dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas.

Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak2 kita ?

Kamu dapat membiarkan anak-anakmu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi, ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara-saudara mereka.

Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantu, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda.

Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulitan dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar se gala sesuatu terselesaikan. [HP – Sebarkanlah.com /Warkop Okezone]

Bule Cantik Italia Ini Nabung 2 Tahun Demi Menikahi Cowok Desa di Batang



 Zaman teknologi saat ini memungkinkan orang berjodoh setelah berkenalan di media sosial facebook meski beda etnik serta beda negara.

Sebut saja Ilaria gadis asal Italia nekat datang dan menemui pemuda yang tinggal di Kabupaten Batang Jawa Tengah, bernama Dzulfikar.

Cewek Italia dan cowok Batang Jateng itu berkomunikasi melalui facebook yang kemudian saling jatuh cinta.

Mereka berniat melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Ilaria datang ke Batang tanggal 18 April 2017 langsung menuju desa Tragung kecamatan Kandeman kabupaten Batang.

Maksud dan tujuan Ilaria ke Indonesia untuk bertemu Dzufikar karena mengaku sudah merasa cocok akhirnya mereka sepakat akan mengadakan pernikahan. Hal ini juga sudah disampaikan ke orangtua Ilaria di Italia.
Pada intinya mereka menyetujui rencana pernikahan sepasang muda mudi beda negara tersebut.
"Selama dua tahun saya mengumpulkan uang bekerja di sebuah restoran di Italia hanya untuk datang ke Indonesia," kata Ilaria.
Atas kedatangan wanita WNA itu, aparat kepolisian segera memantau dan mengecek aktivitasnya.

Wakapolsek Tulis Polres Batang Iptu Agus Windarto bersama 3 anggota melaksanakan pengecekan langsung ke desa Tragung kecamatan Kendeman kabupaten Batang.

Kegiatan ini dilaksanakan karena adanya informasi dari masyarakat bahwa ada orang asing yang datang ke desa tersebut.

"Sebelumnya kita berkoordinasi terlebih dulu di balai desa Tragung. Hal ini dilakukan untuk mengetahui visi dan misinya datang ke Indonesia dan apa tujuannya," kata Wakapolsek, sebagaimana rilis Humas Polres Batang yang dikirim ke tribunjateng.com, Jumat (21/4/2017).

Setelah berkoordinasi bersama perangkat desa Tragung Wakapolsek Tulis Iptu Agus Windarto langsung menuju ke rumah tersebut.

Di sana Wakapolsek bersama 3 anggota disambut dengan baik oleh tuan rumah.
Pemantauan dan pengawasan Warga Negara Asing (WNA), ini sangat diperlukan kepedulian dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.

Maka perlu dilakukan pengecekan terhadap warga negara asing (WNA) untuk pendataan terkait keimigrasian terutama warga yang berada di daerah pedesaan.

"Bahkan hari ini Ilaria sudah bisa makan kates (pepaya) dan tempe. Ilaria itu bisa bahasa Inggris dan Italia. Sedangkan Dzulfikar otodidak belajar bahasa Inggris," ujar Abdika. (tribunjateng/humas polres batang/abdika) TRIBUNNEWS.COM, BATANG -

Sunday, March 6, 2016

Kisah Ayah dan Putrinya Terpisah 20 Tahun: Bertemu Lantaran Kupon Makan


Shoshannah Hensley yang berasal dari Post Falls, Idaho, AS, terkejut luar biasa ketika seorang pria asing menanyakan pertanyaan sederhana yang biasa dia dengar di tempat kerja.
Hensley yang bekerja sebagai kasir di sebuah toko serba ada, biasa bertemu sekaligus melayani tunawisma yang membeli makanan dan bertanya soal sisa kredit di kupon makanan mereka.
Namun, suatu hari, Hensley tak menyangka bahwa kupon makanan milik seorang pria tua di depannya mengubah seluruh kehidupannya.

Kala itu, seorang pria tuna wisma datang ke meja kasir tempat Hensley bekerja dan menanyakan jumlah kredit di kupon makanannya.
Membaca nama yang tertera di kupon makanan itu, jantung Hensley seperti lompat dan berhenti dalam satu hitungan waktu.

“Aku membaca namanya dan jantungku seperti berhenti,” kenang Hensley.
“Lalu, aku bertanya, apa nama tengahnya? Dia menjawab, Eugene,” imbuhnya dalam wawancara dengan stasiun televisi lokal.

Henslye mengaku, lututnya terasa lemah dan tubuhnya kaku karena terkejut bahwa akhirnya dia menemukan pria yang dia cari selama 20 tahun.

“Aku mengatakan padanya bahwa dia adalah ayah kandungku, aku sampaikan juga padanya aku telah mencari-carinya selama puluhan tahun,” urainya.

Pria tunawisma yang merupakan ayah Hensley tersebut bernama Brian Eugen Hensley, Sr.
Brian juga mengaku tidak percaya dan luar biasa terkejut. “Kami berdua seperti terguncang,” ujar Brian sembari berlinangan airmata.

Kisah yang dikutip woman’s day ini tidak menguraikan apa yang membuat ayah dan anak ini berpisah dalam rentang waktu yang sangat lama.

Namun, pertemuan penuh anugrah itu membuahkan kenyataan manis untuk keduanya.
Brian berjanji, dia tidak akan kehilangan putrinya lagi dan akan terus berkomunikasi dengannya.
“Aku akan selalu ada untuknya, apapun yang terjadi,” janjinya.
Kisah Ayah dan Putrinya Terpisah 20 Tahun: Bertemu Lantaran Kupon Makan