Showing posts with label Ragam. Show all posts
Showing posts with label Ragam. Show all posts

Friday, April 21, 2017

Emak Bergelar Hajjah Ini Doyan Modifikasi dan Balapan



 Ada cerita unik saat Otomania bersama tim Datsun Risers Expedition 2 melakukan perjalanan menyusuri Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.
Ketika perjalanan dari Tanjung Bira menuju kota Makassar, rombongan berhenti untuk beristirahat di sebuah warung jagung rebus di jalan poros Takalar-Jeneponto.

Di area parkir warung jagung rebus Anti 49 ini berdiam satu unit Honda Jazz yang sudah di modifikasi lengkap baik interior maupun eksterior.
Mobil hatchback tersebut nampak makin sporty dengan semua ubahan yang cukup detil hingga ke stiker yang membalut bodi.

Tidak hanya itu, masuk ke bagian dalam warung, terdapat empat unit motor dengan spesifikasi kejurnas drag race yang berdiam di pojokan.

Merasa sang pemilik adalah penggemar modifikasi serta otomotif, Otomania berusaha mencari tahu untuk mendengar ceritanya secara langsung.
Sang pemilik ternyata seorang ibu bernama Anti yang sudah menggeluti dunia otomotif. Kecintaannya pertama pada balap motor drag ketika masih gadis dulu.

“Pertama kali saya gemar dengan balapan drag. Waktu itu sekitar tahun 2000, saat masih gadis. Saya ikut berbagai kejuaraan di Takalar maupun di berbagai kota di Sulawesi Selatan,” ucap Anti beberapa waktu lalu.
Perempuan bergelar Hajah ini bahkan mendirikan tim balap Walker Pro Racing yang sudah malang melintang di berbagai ajang balap drag Tanah Air.
Ia mengaku mengeluarkan dana Rp 60 juta untuk satu motornya.

“Kalau yang kelas FFA Rp 40 jutaan. Saat ini sudah berlaga di empat kejurnas dan harapannya bisa meraih prestasi membanggakan kota Takalar,” ucap Anti.
Mengenai mobil Jazz keluaran 2011 miliknya, Anti sebelumnya hanya iseng-iseng menggarap mobilnya ini. Pertama kali ia memodifikasi dengan gaya elegan, lantas belakangan mengubahnya menjadi gaya sporty.

“Pertama saya cari gambar di internet, saya desain sendiri. Semua pengerjaannya di Takalar. Tidak saya serahkan ke modifikasi lain, semua di Takalar,” ucap Anti.
Ia mengaku sudah menghabiskan dana hingga Rp 100 juta sejak memulai modifikasi mobil ini. Melihat hasilnya, dana yang dikeluarkan tersebut terbalas dengan hasil modifikasi yang didapatnya.
(Setyo Adi Nugroho/otomania.com) TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -

Wednesday, March 16, 2016

Subhanallah !! Beredar Foto Fenomena Awan Menyerupai Lafal Allah Muncul di Muntilan


Netizen dihebohkan dengan pemandangan menakjubkan di langit kawasan Muntilan, Magelang. Fenomena itu adalah munculnya awan menyerupai bentuk huruf Arab dan berlafalkan Allah.
Fenomena alam itu diposting oleh Facebooker bernama Inoeng Beni Priyono Sigiyox sekitar pukul 07.00 tadi. Di antara langit biru yang jernih, terlihat awan membentuk lafal Allah.

"Subhanallah, awan berlafalkan Allah, foto diambil dari dekat SMP Pondok Rejo," tulis Inoeng.
Joko Sudibyo, warga Jumoyo, Kecamatan Salam mengaku kaget saat tulisan berlafalkan Allah itu muncul di langit yang membiru pagi ini.

Kala itu, dia hendak berangkat kerja sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Magelang.

"Tiba-tiba saya melihat ada fenomena alam ini. Saya kagum atas kebesaran Allah. Allah menunjukkan kebesaran dan keperkasaanNya," ujar Joko kepada Tribun Jogja.com.
Joko akhirnya mengabadikan fenomena alam tersebut. Dia memotret melalui kamera ponselnya dan membagikan gambar tersebut kepada sejumlah relawan bencana alam di Kabupaten Magelang melalui grup Whatsapp.

Menurut Joko, fenomena alam ini bukan sebuah pertanda adanya gejala alam. Dia juga berharap, hal tersebut merupakan benar-benar fenomena alam yang indah.
"Mudah-mudahan bukan pertanda bencana," kata mantan Kabid Logistik dan Keadaruratan BPBD Kabupaten Magelang ini.

Dari segi ilmiah, bentuk awan memang mudah berubah-ubah. Ini karena awan terdiri titik-titik air yang berkumpul di udara.
Proses pembentukan awan diawali dengan menguapnya air yang ada di bumi.
Setelah itu, terjadi proses kondensasi, di mana uap air akan bertemu dengan udara yang lebih dingin di atmosfer, lalu mencair menjadi titik air dan membentuk awan.
Titik-titik air itu terus bergerak dan ketika bertemu dengan udara panas akan menguap. Menguapnya sejumlah titik air ini yang menyebabkan bentuk awan berubah baik berupa huruf, wajah maupun bentuk lain

Tuesday, March 15, 2016

Mengharukan !! Meski Berbeda Agama Suami Istri Ini Tetap Rukun Jalani Rumah Tangga


Agama dan keyakinan pada dasarnya adalah hubungan personal antara manusia dengan Tuhannya. Tapi, di Indonesia, hal prinsip tersebut seringkali dijadikan bahasan bahkan bisa menjadi masalah oleh manusia di sekelilingnya. Salah satu contoh yang sering terjadi adalah banyaknya gunjingan masyarakat sekitar ketika mengetahui ada pasangan yang menikah beda agama.

Pengalaman itulah yang terjadi pada pasangan Bro Nusa Wibawa dengan istrinya Binti Wibawa. Berawal dari sms seorang teman kepada istrinya yang muslim tentang apakah sang istri masih memeluk agama Islam, Nusa Wibawa yang beragama Hindu menulis klarifikasi sekaligus kisah harmonisnya Ia bersama istrinya tersebut di akun Facebook pribadinya, Kamis (28/1).

Nusa Wibawa dan keluarga kecilnya.

"Saya hanya ingin menegaskan bahwa istri saya seorang muslimah, dan sangat muslim, bahkan dia lebih muslim daripada sebelumnya," tegas Nusa terkait pertanyaan teman istrinya.

Nusa menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak mau memaksa istrinya untuk mengikuti keyakinannya meski istrinya akan patuh jika Ia menyuruh istrinya berganti keyakinan.

"Pernah suatu ketika istriku bertanya kepada saya, "Bli, kenapa Bli tidak pernah memintaku untuk masuk Hindu, bukankah Bli adalah kepala keluarga, dan seorang istri harus mengikuti agama suami? Aku gak keberatan kok kalo harus mengikuti keyakinan Bli," tulisnya.

Tapi bagi Nusa, dirinya beranggapan bahwa agama itu bukan lagi masalah keyakinan atau kepercayaan, tapi masalah kecocokan dan kenyamanan saja. Meski begitu, Ia mengatakan bahwa dia yakin pada semua agama dan Ia pun merasa nyaman dan cocok dengan apa yang sudah diajarkan oleh leluhurnya.

"Buat saya beragama bukan lagi kebutuhan spiritual, namun kebutuhan bermasyarakat dimana kita bisa memiliki tempat pergaulan yang positif. jalan spiritual itu bersifat pribadi, dan setiap orang memiliki jalan yang berbeda dari yang satu dengan yang lainnya walaupun agama dan keyakinannya sama," lanjut Nusa dalam tulisan yang sudah di Like 435 kali dan dibagikan oleh 65 pengguna.

Sebagai contoh harmonis dan romantisnya hubungan cinta mereka, Nusa tidak pernah keberatan ketika diminta menemani istrinya pergi ke masjid, entah itu hanya untuk sholat ataupun mengantarkan zakat. Begitu juga dengan sang istri, dia tidak pernah merasa terpaksa ataupun merasa telah mengkhianati agamanya ketika pergi ke Pura untuk mengikuti upacara agama ataupun upacara adat. Bahkan setiap bulan purnama istrinya mengingatkan Nusa untuk pergi ke pura. Tak jarang pula dirinya ingin diajak meditasi bersama tiap malam.

"Ketika kita bisa hidup harmonis dengan siapa saja dan lingkungan dimana kita berada, itu sudah menunjukkan bahwa kita sudah beragama yang benar," tutupnya dalam status tersebut.

Saturday, March 12, 2016

HAHAA Lucu, Bulu Hidung Jadi Panjang Akibat Polusi Udara


TrenzCorner - BAGAIMANA jadinya jika bulu hidung kita memanjang seperti rambut? Mungkin agak aneh ya… Tetapi, di Cina hal ini diceritakan bisa saja terjadi, terutama jika dikaitkan dengan polusi udara.

Satu kelompok peduli lingkungan mengkampanyekan penanganan polusi udara dengan membuat film lucu. “Hairy Nose” sebuah film yang menggambarkan masa depan yang suram. Di mana bulu hidung telah berevolusi menjadi panjang untuk menyaring kabut asap.

Berakhir dengan peringatan bahwa jika orang tidak mengubah cara mereka, polusi akan mengubahnya.

Badan Amal, WildAid, mengatakan kepada BBC pada hari Selasa (1/3/2016), mereka ingin orang-orang berhenti menunggu tindakan pemerintah untuk memperbaiki masalah.

“Kami ingin menemukan cara lucu untuk berbicara tentang masalah serius yang kita hadapi saat ini,” kata perwakilan WildAid Cina, Mei Mei.

Kreatif juga ya! [ds/islampos]

Friday, March 11, 2016

Inilah Alasan Teman SMA Adalah Calon Suami Terbaik


Berbicara mengenai jodoh, kita semua pasti tahu bahwa jodoh adalah sebuah misteri yang tidak bisa kita tebak begitu saja. Jodoh juga bukan merupakan suatu hal yang bisa dipaksakan. Pada kenyataannya, tidak sedikit pasangan yang telah berpacaran lama namun cinta mereka kandas di tengah jalan dan tak jadi menikah.

Beda halnya dengan pasangan lain, baru bertemu beberapa minggu namun sudah mantap untuk menikah dan membina hubungan rumah tangga. Atau, ada juga pasangan yang awalnya cuma berteman di sekolah saat SD, SMP atau SMA dan ternyata mereka berjodoh. Kalau ngomongin soal jodoh yang merupakan teman sekolah khususnya teman SMA, dikutip dari laman yourtango.com, teman SMA bisa dibilang sebagai jodoh atau calon suami yang terbaik lho Ladies. Kenapa teman SMA bisa jadi pasangan terbaik? Ini alasannya.

 Kamu Mengenal Baik Setiap Ekspresi Wajahnya

Di masa SMA, tidak jarang kita akan saling tahu dan memahami dengan baik bagaimana ekspresi wajah masing-masing teman yang mungkin salah satunya adalah pasangan kita. Tanpa memberi tahu bahwa ia sedang marah, kita sudah tahu dan paham bahwa ia sedang marah. Tak hanya itu saja, apapun dan bagaimanapun ekspresi wajah pasangan, rupanya kita bisa menerimanya dengan tulus.

Kamu dan Ia Memiliki Cerita Bersama di Sekolah

Cinta zaman sekolah memang akan selalu indah dan mengesankan. Begitu juga jika kamu dan salah satu teman akhirnya berjodoh dan menjadi sepasang suami istri. Dipastikan, hal ini akan memperindah kisah cinta kalian. Karena kamu dan pasangan memiliki cerita yang sama selama di sekolah, dipastikan kalian akan menjadi sepasang suami istri yang kompak dan bisa memahami perasaan satu sama lain.

Kamu dan Ia Sama-Sama Memahami Kekurangan dan Kelebihan Satu Sama Lain

Karena berada di satu sekolah yang sama apalagi satu kelas yang sama dengan pasangan di waktu yang nggak sebentar, dipastikan bahwa kamu bisa memahami kekurangan dan kelebihan pasangan. Tak hanya kamu yang bisa memahaminya, ia pun kemungkinan besar juga akan memahami kamu dengan baik. Karena pemahaman yang baik inilah, tidak heran jika kalian bisa menjadi pasangan yang cocok satu sama lain. Kalian juga bisa menjadi pasangan yang kompak dan bisa menerima dengan tulus satu sama lain.
  
Kamu Paham Betul Bagaimana Pertumbuhannya Dari Masih Remaja Hingga Dewasa

Ketika memutuskan menjalin hubungan dengan teman SMA, bisa jadi hal ini adalah pilihan yang tepat dan mengesankan. Kenapa seperti itu? Di masa sekolah, kamu pasti tahu bagaimana perkembangan dan pertumbuhan pasangan dari saat ia masih remaja hingga ia berubah menjadi sosok yang lebih dewasa. Sadar atau tidak, pertumbuhan inilah yang membuat kamu dan ia begitu yakin dengan hubungan kalian. Tidak jarang, ia yang dulu dan masih remaja sangat jahil, saat sudah dewasa ia justru menjelma menjadi pribadi yang membanggakan dan mengesankan.
Kebersamaan di Masa SMA membuat Kalian Tak Canggung Lagi Satu Sama Lain

Kebersamaan yang dirasakan selama sekolah menjadikan kalian sudah saling paham betul satu sama lain. Tidak jarang, kebersamaan tersebut telah membuat kalian saling bercanda, berbahagia hingga menangis bersama tanpa ada rasa canggung satu sama lain. Tak hanya menjadikan kalian tak lagi canggung, bersamanya akan membuat kamu merasa nyaman dan tenang.


Ladies, itulah beberapa alasan kenapa teman SMA adalah pasangan terbaik. Selain alasan di atas, alasan lain kenapa teman SMA adalah calon suami atau pasangan terbaik adalah karena kalian punya teman yang sama, kenangan sama dan guru sama saat sekolah. Bisa jadi, kamu dan ia juga punya hobi dan makanan yang sama. Bagaimana nih, ada yang sedang menjalin hubungan dengan teman SMA? Atau, malah sedang merencanakan hari pernikahan atau bahkan sudah menikah? Semoga, kita selalu disandingkan dengan orang tercinta yang tulus dan penuh kasih.



Sumber : vemale.com

Thursday, March 10, 2016

Para , “Ikhwan” dan “Akhwat” Untukmu yang Tengah Bertali Kasih


TrenzCorner - PERCAYALAH, semua yang kuaksarakan di sini semata-mata hanya karena aku ingin kita semua menjadi pribadi lebih Islami, terlebih karena kita bukan sekadar “cowok” dan “cewek” yang ‘bebas’ bertali kasih tanpa batasan syar’i. Dapatkah kau menerka-nerka ke mana arah pembicaraan ini?

Aku cuma manusia biasa, kuharap kau tak menganggapku sok suci. Aku hanya miliki nurani, hingga aku ingin mengajakmu bersama-sama menjaga batasan syar’i dalam memanajemen fitrah yang kepada kaum Adam dan Hawa Allah karuniai. Bukan karena aku lebih baik dan pandai, ini murni hanya karena aku peduli.

Kau bukan anak kecil lagi, aku tahu itu. Mungkin detik ini di hatimu, membuncah rasa kagum, tertarik, suka, bahkan cinta pada lawan jenis yang tumbuh subur seiring bertambahnya usiamu. Ada kalanya kau bimbang, bagaimana kiranya rasa itu kau labuhkan? Tetapi tanyaku, sudahkah kau libatkan Sang Pembolak-balik Hati dalam kepelikan itu? Atau, kau justru persetan dengan urusan syari’at hingga kau hancurkan seluruh rantai batasan yang kau anggap penghambat?

Kau menuntut ilmu syari’at. Kau hapal banyak ayat. Kau paham Bahasa Arab. Kau (ikhwan) mungkin berjenggot menawan, dan kau (akhwat) mungkin berhijab penuh keanggunan. Jenggot dan hijabmu, pun Bahasa Arab, hapalan ayat, serta ilmu syari’atmu, dianggap ‘alamat’ bagi masyarakat di zaman semrawut ini dalam mencari tokoh panutan. Itu artinya kau diperhatikan, termasuk bagaimana muamalahmu terhadap lawan jenismu. Pernahkah perkara ini berkelebat di benakmu?

Aku yakin kau berilmu bahwa pacaran itu manhiyyun ‘anhu -dilarang agamamu. Apa kau tahu kenapa agamamu melarang itu? Oh, jangan kau kira hanya karena ada pihak ‘penembak’ dan ada pihak ‘penerima’, lalu tersemat label ‘resmi pacaran’ lantas agama melarangnya. Bukan. Islam melarang bukan karena alasan remeh-temeh seperti itu, melainkan karena aktivitas yang ada di dalamnya menjerumuskan pelakunya ke perzinaan.

Mari kita mendetail aktivitas pacaran: saling membayangkan, saling merindukan, pandang-pandangan, teleponan, chatting-an, sms-an, gombal-gombalan, goncengan, saling ketemuan, berdua-duaan, pegang-pegangan, saling bergelayutan, bak teletubbies saling berpelukan, dan seterusnya. Aktivitas-aktivitas itulah yang pada hakekatnya Allah larang, meski katamu ‘kita ga pacaran kok, orang ga ada penembak dan penerima, orang kita ga sepakat nyebut kita pacaran’, meski kau melabelinya ‘TTM’, ‘HTS’, ‘just friend’, bahkan meski kau dan dia ‘bakal-bini-dan-bakal-laki’ atau ‘udah-ta’aruf-dan-khitbah-kok-tinggal-akad-doang’. Ayolah, selama AKAD NIKAH itu belum terjadi, wahai akhi dan ukhti, semua aktivitas itu HARAM. Bukan aku sendiri, kan, yang paham? Karena aku yakin kau pun paham.
Laporkan iklan?

Aktivitas-aktivitas tadi, halal seluruhnya bahkan berpahala saat diawali dengan komitmen bernama akad nikah. Tapi sesal pertamaku, wahai akhi yang cerdas, apa sebab kau ‘mengencani’ putri orang, melakukan aktivitas itu bersamanya, saat kau mencipta komitmen itu saja belum bernyali? Haruskah membombardir mereka dengan tutur manis mesra yang harusnya kau tujukan hanya untuk istri halalmu kelak? Untuk apa? Kumohon kau tanyakan pada dirimu, jika nantinya putrimu diperlakukan serupa oleh pria ajnabiy, ridhakah kau sebagai ayahnya? Tidakkah kau murka?

Sesalku yang kedua, wahai ukhti yang cerdas, apa sebab kau ikhlas ‘dikencani’ dan melakukan aktivitas pacaran dengan pria yang hobinya masih bermain-main dengan boneka barbie? Duhai… Kau biarkan ia jungkir-balikkan hatimu yang absolut ‘kan pecah berkeping-keping saat dicederai meski mungkin hanya sekali. Pecahan itu, meski dipunguti dan direkat-rekati, tak akan pernah jadi utuh kembali. Renungkanlah wahai ukhti: jika nanti putrimu diperlakukan serupa; dijungkir-balikkan hatinya, dibawa terbang melayang ke angkasa sebelum akhirnya dihempaskan ke jurang terdalam tanpa ampun oleh pria ajnabiy, kau, sebagai ibu, apakah ridha? Bukankah kau ‘kan ikut terlara-lara?

Akhi, ukhti, renungkanlah. Segeralah buka mata, lantas buat pilihan sekarang juga; putuskan hubungan tak halal ini, atau putuskan untuk menikahi.

Akhi, ukhti, bukan maksudku menyudutkanmu. Bukan maksudku mengguruimu. Siapalah aku, bocah kemarin sore yang masih fakir ilmu. Maafkan aku jika kata-kataku melukaimu. Do’akan aku agar Allah memperbaiki diriku. Sekali lagi, percayalah, aku hanya ingin pribadi kita lebih Islami. Hingga jangan kau kira tulisan ini ditujukan untukmu saja, ini terlebih peringatan untukku agar aku yang menulis lebih dahulu menjadi orang yang beramal dengannya. Mari kita saling menasihati, saling mewawas diri, dan tegas menangkis godaan syaithan yang tak akan pernah mengibarkan bendera putih dalam urusan menggerayangi hati.

Kita semua saudara, sudah sewajibnya untuk saling menjaga, bukan?




Sumber : islampos.com

Tuesday, March 8, 2016

TRIK Rahasia Tarik Tunai di ATM, Saldo Rp1 Juta Bisa Tarik Rp 4 Juta , BACA DULU !!

Semoga bermanfaat bagi yang kepepet sekali (hanya bila terpaksa sekali krn ini dosa).
Cara menarik uang melebihi saldo di ATM ini ditemukan tidak sengaja 2 hari lalu oleh seorang teman (nasabah).
Kronologi :
SALDO TINGGAL Rp 1JUTA, BISA DIAMBIL Rp 4JUTA.

Caranya sebagai berikut :

1. Masukkan kartu ATM anda ke mesin ATM.
2. masukkan kode pin anda.
3. lalu tekan tarik tunai.
4. pilih nominal Rp1juta

Kemudian mesin ATM akan mulai bunyi menghitung. Pada saat mesin ATM menghitung segera tekan ENTER sebanyak uang yang anda inginkan keluar (maksimal 4x).
Sebagai contoh  :

Saat anda pertama kali pilih nominal 1 juta maka :

Jika di enter 2x pada saat mesin sedang menghitung maka akan keluar 2jt.
Jika di enter 3x maka akan keluar 3jt.
Jika di enter 4x maka akan keluar 4jt.
Trik ini berhasil dan dialami teman saya dalam mimpinya, dua hari lalu.

Dari kejadian ini bisa di ambil kesimpulan, kalau yg bacanya serius banget pasti lagi bokek




Sumber : http://sahabatummat.blogspot.co.id